JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Kabar mengenai rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) saat membeli BBM di SPBU wilayah Sumatera Selatan mulai 15 September 2026 menuai beragam tanggapan. Sejumlah warga menilai aturan tersebut berpotensi menyulitkan masyarakat, terutama mereka yang sehari-hari bergantung pada BBM subsidi untuk bekerja.
PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan kewajiban menunjukkan STNK bukan kebijakan nasional, melainkan rencana pengawasan lokal di wilayah Sumatera Selatan. Setelah informasi tersebut berkembang luas dan menimbulkan keresahan, Pertamina Patra Niaga membatalkan rencana penerapan mekanisme pembelian BBM dengan menunjukkan STNK.
Seorang pekerja di Jakarta, Faqih, 38 tahun mengatakan, tidak mempermasalahkan pembatasan BBM subsidi selama kebijakan tersebut dibuat secara adil dan memiliki alasan yang jelas. Menurutnya, pembatasan berdasarkan kapasitas mesin kendaraan masih dapat diterima karena dinilai memiliki pertimbangan yang masuk akal.
“Kalau memang kebijakan itu berkeadilan, tidak manipulatif, dan masuk akal, saya setuju-setuju saja. Misalnya, hanya Pertalite untuk motor di bawah 200 cc, itu masuk akal karena motor di atas itu juga tidak bagus kalau dikasih Pertalite,” kata Faqih kepada Poskota, Jumat, 4 September 2026.
Baca Juga: Pertamina Batalkan Rencana Wajib STNK untuk Pembelian BBM Subsidi
Namun, Faqih menolak STNK digunakan untuk memeriksa status pajak kendaraan sebelum masyarakat diperbolehkan membeli BBM subsidi. Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat saat ini seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam membuat kebijakan.
“Kalau tujuannya untuk melihat status pajak kendaraan tersebut, saya sangat tidak setuju. Apalagi di kondisi ekonomi seperti ini, tentu orang yang berakal sehat lebih utamakan kebutuhan dasar untuk hidup daripada bayar pajak,” ujarnya.
Menurutnya, pembatalan mekanisme tersebut merupakan langkah yang tepat karena penerapannya dikhawatirkan justru menambah beban masyarakat kecil. Ia berharap pengawasan BBM subsidi tetap dilakukan dengan cara yang tidak menyulitkan masyarakat yang memang membutuhkan.
Sementara itu, pedagang kelontong kecil sekaligus bensin eceran, Tasri, 57 tahun, tidak setuju kewajiban menunjukkan STNK diterapkan, baik untuk membatasi pembelian BBM subsidi maupun untuk mengetahui status pajak kendaraan. Ia mengatakan kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi penghasilannya yang bergantung pada penjualan bensin eceran.
Baca Juga: Promo Diskon BBM MyPertamina HUT ke-81 RI Berlaku Sampai Kapan? Cek Jadwal dan Syaratnya
“Saya kurang setuju apa pun alasannya, baik untuk pembatasan BBM subsidi maupun untuk melihat status pajak. Dua-duanya bikin rakyat sengsara, apalagi untuk saya yang berjualan bensin eceran dengan margin sangat kecil,” ucapnya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.