BANDUNG, POSKOTA.CO.ID – Harapan besar pemerintah terhadap peningkatan produksi pertanian mendapat respons serius dari kalangan petani. Mereka siap bekerja lebih keras dan meningkatkan produksi, namun meminta pemerintah tidak berhenti pada urusan benih, pupuk dan hasil panen.
Petani juga membutuhkan kepastian pasar sebab, produksi yang melimpah tanpa pembeli dan harga yang layak justru bisa menjadi bumerang. Petani telah mengeluarkan modal besar sejak masa tanam, tetapi ketika panen tiba mereka masih harus berjibaku mencari pembeli.
“Kondisi inilah yang dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” ujar Ketua Umum Keluarga Alumni Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Indonesia (KASAI), Prof. Achmad Tjachja Nugraha.
Dia mengatakan, keberhasilan peningkatan produksi padi patut diapresiasi sebagai kado kemerdekaan. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya kekuatan dan keseriusan bangsa dalam membangun ketahanan pangan.
Baca Juga: 43 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Tangerang Terancam Gagal Panen
Namun, pembangunan pertanian tidak boleh hanya mengejar angka produksi.
“Petani tidak hanya membutuhkan dukungan untuk memproduksi. Mereka juga membutuhkan kepastian bahwa hasil produksinya dapat diserap pasar dengan harga yang memberikan keuntungan yang wajar,” ujar Achmad, kepada Pos Kota, di Bandung Rabu, 19 Agustus 2026.
Dia menjelaskan, perjuangan petani sudah dimulai jauh sebelum panen. Modal harus dikeluarkan untuk membeli benih, pupuk, obat-obatan, pakan, membayar tenaga kerja hingga biaya pemeliharaan.
Semua pengorbanan tersebut dilakukan ketika petani belum mengetahui secara pasti berapa harga komoditas saat panen.
Baca Juga: Kemarau Ancam Ratusan Hektare Sawah di Pandeglang, Dinas Pertanian Perkuat Mitigasi Cegah Gagal Panen
Di sinilah persoalan besar pertanian muncul. Petani didorong untuk berproduksi sebanyak-banyaknya, tetapi pasar belum tentu siap menyerap hasilnya.
“Jangan sampai petani didorong meningkatkan produksi, tetapi ketika panen tidak ada kepastian siapa yang membeli dan berapa harga yang diterima petani. Pemerintah perlu memikirkan pasar sejak sebelum petani menanam, bukan baru ketika hasil panen sudah menumpuk,” tegasnya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.